This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 21 Oktober 2012

Aplikasi OPENERP 6.1


OPENERP 6.1 APPLICATION : HUMAN RESOURCE MANAGEMENT SYSTEM – INTRO



Home Screen
OpenERP mempunyai kemampuan yang mengagumkan, t. Penulis kali ini mencoba untuk menjadikan OpenERP sebagai Human Resource Management System. Ya .. Penulis akan mengecilkan lingkup OpenERP yang tadinya Full ERP system menjadi hanya menangani HRM System saja. apa itu HRM?? HRM adalah Pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok pekerja. HRM termasuk desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kerja, kompensasi karyawan dan hubungan karyawan
OpenERP yang didesain khusus untuk dapat diimplementasikan di Indonesia akan mampu bersaing dengan aplikasi HRM, payroll, atau absensi yang telah ada.
Kemungkinan HRM System ini antara lain :
1. HRM System
Aplikasi dasar HRM
2. Addons Penggajian
Modul payroll milik OpenERP disempurnakan. Dukungan penuh terhadap PPH 21 dan Jamsostek.
3. Addons Absensi dan Cuti
Penyempurnaan modul absensi OpenERP sehingga bisa menghasilkan output selain dari Total Working Hour.
4. Addons Rekrutmen
Addons dibangun tanpa mengikutsertakan modul hr_recruitment OpenERP. Didesain sehingga dapat mensupport alat-alat ukur psikologi yang biasanya digunakan pada proses rekrutmen.
5. Addons Evaluasi Karyawan
KPI Setiap addons dapat diimplementasi masing-masing tanpa harus menginstall addons lainya. Integrasi antar addons akan dibuat terpisah jika diinginkan integrasi antar addons.
Berikut adalah konsep dan sneak peek HRM System tersebut, addons akan diberikan previewnya pada post terpisah sejalan dengan kemajuan pengembangannya.
A. KONSEP HISTORY KARYAWAN
Penulis berpendapat bahwa ada sebagian field pada data karyawan yang :
  1. Harus dicatat history perubahannya. Artinya field tersebut, ketika diganti, data lamanya tidak boleh hilang.
  2. Tidak boleh diubah seenaknya atau dengan kata lain harus dibuat workflownya
Field-field yang Penulis maksud di atas adalah sebagai berikut :
  1. Perusahaan
  2. Departemen/Bagian
  3. Manager/atasan
  4. Jabatan
  5. Tipe perjanjian kerja/kontrak
  6. Tanggal mulai perjanjian kerja
  7. Tanggal akhir perjanjian kerja
  8. Gaji pokok
  9. Struktur gaji
  10. Periode penggajian
History, sementara itu, akan dibuat ketika hal-hal ini terjadi :
  1. Karyawan baru bergabung
  2. Mutasi karyawan
  3. Promosi/Demosi karyawan
  4. Perubahan remunersi
  5. Pensiun atau pensiun dini
  6. PHK

Tree History

Form History
B. HISTORY ACTION
Setiap history action membutuhkan isian yang berbeda-beda, namun demikian ada isian yang dipunyai oleh semua action. Isian tersebut antara lain :
Karyawan
Setiap action harus diterapkan kepada seorang karyawan. Namun ada aturan yang memperbolehkan/tidak memperbolehkan sebuah action diterapkan. Contoh : (1) Pengaturan karyawan baru hanya bisa diterapkan pada karyawan dalam status draft, (2) Pensiun hanya bisa diterapkan pada karyawan dengan status Karyawan Tetap
Opsi Mulai History
Terdapat tiga opsi bagaimana action diterapkan, yaitu : (1) Segera, (2) Jadwal, (3) Manual. Segera artinya history akan langsung disetujui dan diaktifkan. Jadwal artinya history akan langsung disetujui namun diaktifkan otomatis sesuai tanggal yang diberikan. Manual artinya hsitory harus disetujui dan diaktifkan secara manual.
Tanggal Mulai Berlaku
Tanggal mulai history jika opsinya adalah jadwal
C. MACAM-MACAM HISTORY ACTION
C.1 PENGATURAN KARYAWAN BARU
Dilakukan ketika seorang karyawan bergabung ke perusahaan

Pengaturan Karyawan Baru
C.2 MUTASI
Dilakukan ketika seorang karyawan probition/kontrak/tetap dimutasi.

Mutasi Karyawan
C.3 PROMOSI/DEMOSI KARYAWAN
Dilakukan ketika seorang karyawan probition/kontrak/tetap mendapatkan promosi atau demosi

Promosi Demosi
C.4 PERUBAHAN REMUNERASI
Dilakukan ketika seorang karyawan probition/kontrak/tetap mendapatkan perubahan gaji, misalnya kenaikan gaji pada akhir tahun.

Perubahan Gaji
C.5 PENSIUN/PENSIUN DINI
Dilakukan ketika seorang karyawan tetap pensiun atau memutuskan untuk pensiun dini.

Pensiun
C.6 PHK
Dilakukan ketika seorang karyawan probition/kontrak/tetap diputuskan hubungan kerjanya.

PHK




OK mungkin ini dulu saja yang dapat disampainkan :D

sumber : http://susys.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/1793/HRM+strategic.ppt
http://andhitiarama.wordpress.com/2012/06/08/openerp-6-1-application-human-resource-management-system-intro/

Review OPENERP 6.1 Invoice

Salam blogger.. Kali saya ingin mencoba review aplikasi OPENERP kebetulan ada tugas kampus buat mereview aplikasi tersebut,. pada kesempatan kali ini saya akan review  Invoice langsung tanpa melalui Sale Order atau Purchase Order. Langkah-langkah yang Penulis lakukan adalah sebagai berikut :

1. Konfigurasi Pajak Pembelian

Pengaturan yang terpenting adalah membuat nilai Tax Include In Price menjadi True. Lihat screenshot di bawah untuk pengaturan yang Penulis gunakan.




















2. Membuat Supplier Invoice
3. Membuat detail Invoice yang sudah termasuk pajak
Misalkan : 
harga 100.000 (Sudah termasuk Pajak)
Kuantitas : 10
Pajak : Purchase Tax 15%

OpenERP 6.1 tidak menyertakan field subtotal pada form detail invoice, hanya unit priceqtydiscount dan pajak sehingga perhitungan hanya bisa dilihat di invoicenya.

4 Menghitung pajak dan total invoice
Perhitungan manual dengan bantuan aplikasi Calculator pada ubuntu adalah sebagai berikut :
Harga Sebelum Pajak = (100 / 115) * 100.000 = 86956.52173913
Pajaknya (15 %) = 0.15 * 86956.52173913 = 13043.478260869
Harga Setelah Pajak = 99999.999999999 
Berikut perhitungan OpenERP yang sudah disertai proses rounding berdasarkan pengaturan currency yang dipakai (Perhatikan perhitungan yang dilingkari) :

Perhitungannya tepat saudara-saudara. :-). Walaupun ada hal kecil yang mungkin menggangu ketika implementasi. 
Subtotal merupakan hasil perhitungan Harga Sebelum Pajak x Kuantitas. Hal ini akan menjadi agak membingungkan dilihat ketika harga yang diinput adalah harga setelah pajak. Belum lagi nanti untuk kepentingan report. Sudah terbayang tambahan field yang akan diminta.  


Kamis, 18 Oktober 2012

Supply Chain Management (SCM)

DISKUSI :
1. GAMBAR SCM untuk produk Biskuit


Untuk Keterangan lebih jelas tentang gambar diatas sebagai berikut :
A. Yang pertama dari BAHAN MENTAH ke PABRIK BAHAN BAKU ke SUPPLIER BAHAN MENTAH .
Pada bagian ini bahan mentah yang dibutuhkan untuk membuat biskuit antara lain:
  • Gula : Kita asumsikan gula tersebut didapat dari Petani tebu, lalu gula tersebut dikirimkan ke pabrik produsen gula agar diproses menjadi gula. Lalu gula tersebut didistribusikan oleh supplier ke pabrik biskuit.
  • Tepung : Kita asumsikan tepung tersebut didapat dari Petani gandum, lalu gandum tersebut dikirimkan ke pabrik produsen tepung agar diproses menjadi tepung. Lalu tepung tersebut didistribusikan oleh supplier ke pabrik biskuit.
  • Telur : Kita asumsikan telur tersebut didapat dari Peternak ayam, dimana telur tersebut dikirimkan ke tempat pengumpulan telur (dapat dikatakan semacam pabriknya). Lalu telur tersebut didistribusikan oleh supplier ke pabrik biskuit.
  • Susu : Kita asumsikan susu tersebut didapat dari Peternak sapi, dimana susu tersebut dikirimkan ke tempat pabrik pengelolaan susu. Lalu susu tersebut didistribusikan oleh supplier ke pabrik biskuit.
B.PABRIK BISKUIT.
Di pabrik biskuit ini produsen biskuit akan mengolah bahan mentah (terdiri dari gula, tepung, telur, susu) yang didapat dari berbagai supplier untuk dijadikan biskuit. Di pabrik ini juga tidak hanya membuat biskuitnya tapi, juga dilakukan pengemasan pada biskuit itu.
C. GUDANG.
Digudang ini merupakan tempat penyimpanan dari biskuit yang tadi produsen biskuit buat di pabriknya (tentunya yang udah dikemas donk) dan siap untuk dikirim.
D.DISTRIBUTOR.
Distributor ini akan menyalurkan barang jadi (maksudnya biskuit yang sudah jadi) kebeberapa agen atau langsung kepada pemesan yang nantinya akan dijual. Pemasaran barang jadi ini (eh maksudnya biskuit) di dalam daerah maupun ke luar daerah.
E.SUPERMARKET
Supermarket merupakan tempat distributor untuk menyalurkan hasil dari produksi itu yaitu biskuit sebenarnya bukan ke supermarket saja tapi juga ke toko-toko lainya distributor menyalurkan produk biskuit itu..
F.END USER
End User ini seperti kita, yaitu konsumen yaitu orang yang membeli produk tersebut baik untuk dirinya sendiri atau orang lain. 

Rabu, 10 Oktober 2012

TELEMATIKA


Salam Hangat buat blogger tercinta.. tigkat akhir bukanya sedikit mata kuliahnya ehh malah banyak banget :-(, tapi gak papa yang penting seangatt buat masa depan. langsung aja dah terlalu lama basa-basi ntar jadi basi beneran lagi..hehehe
Softskill merupakan mata kuliah yang menuntup mahasiswa untuk kreatif dalam menuangkan pikirannya didalam sebuah penulisan, baik buah pikiran sendiri atau inspirasi dari orang lain. Nah sekarang ane dapet tugas untuk membuat tulisan mengenai TELEMATIKA mencakup 5W, apa saja yaa?? oke check this out :D

Orang Indonesia ternyata memang sering sekali mengadopsi bahasa. Salah satu contohnya adalah kata “TELEMATIKA” yang seringkali diidentikkan dengan dunia internet di Indonesia. Dari hasil pencarian makna telematika ternyata Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).

Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999. Dari hasil pencarian di arsip mailing list Telematika saya menemukan salah satu ulir diskusi menarik (membutuhkan login) tentang penamaan Telematika yang dikirimkan oleh Paulus Bambang Wirawan.
…Untuk mengerti makna TELEMATIKA yang menurut pak Moedjiono yang merupakan konvergensi dari
Tele=”Telekomunikasi”,
ma=”Multimedia” dan
tika=”Informatika”
kita perlu perhatikan perbedaan antara BIDANG ILMU.

Sementara dari hasil membaca Pengantar Telematika pada Mata Kuliah Hukum Telematika Universitas Indonesia tertulis sebagai berikut :
Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Jika membaca dari kedua tulisan diatas saya bisa menyimpulkan bahwa sampai saat ini kepanjangan Telematika masih rancu antara “Telekomunikasi dan Informatika” ataukah “Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika”. Saya sendiri dalam percakapan sehari-hari saya lebih sering menggunakan kata “IT” daripada Telematika ataupun ICT. Ataukah memang sudah seharusnya kita menggunakan kata Telematika untuk menggantikan kata IT ataupun ICT? Namun rasanya, kok terlalu dipaksakan ya, jika kita sendiri masih belum mengerti makna sesungguhnya.
Nah pertanyaannya sekarang, siapakah yang mencetuskan pertama kali kata-kata telematika di Indonesia? Orang ini harus bertanggung jawab untuk menjelaskan alasan dulunya di adopsi. Ini pertanyaan besar buat penulis tentunya :D


sumber : http://dgk.or.id/archives/2006/03/30/asal-mula-kata-telematika/


Selasa, 22 Mei 2012

UTS Teknik Kompiler

Besok merupakan hari ke3 UTS. Mata kuliah teknik kompiler (pusing mau belajar compile apa yha?? 【✖サⅰ..サⅰ..サⅰ..✖】)


Published with Blogger-droid v2.0.2

Senin, 09 April 2012

Macam-macam Kalimat

MACAM - MACAM KALIMAT

Kalimat adalah gabungan dari dua kata atau lebih yang menghasilkan sebuah pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dapat dibagi menurut jenis dan fungsinya yang di jelaskan pada bagian lain :
Contoh : 
    1. Kalimat lengkap, Kalimat tidak lengakap
    2. Kalimat aktif, Kalimat pasif
    3. Kalimat perintah, Kalimat majemuk
Contoh Kalimat secara umum :
            “Universitas Gunadarma adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia”
   Unsur- Unsur kalimat
       1. Subyek
       2. Predikat
       3. Obyek
       4. Keterangan
Macam-Macam Kalimat
1. Berdasarkan Nilai informasinya (sasaran atau tujuan yang akan di capai)
       a. Kalimat berita : suatu bentuk kalimat yang menyatakan suatu pernyataan berita atau peristiwa yang perlu diketahui sendiri atau orang lain.

              Contoh : 
·         Pemerintah menunda kenaikan harga BBM.
·         Kenaikan harga BBM diikuti oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.
·         Demo kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh mahasiswa di beberapa daerah mengakibatkan kerusakan beberapa fasilitas umum.
               
      b. Kalimat Tanya : suatu bentuk susunan kalimat yang sebenarnya belum lengkap dikarenakan kalimat tersebut memerlukan suatu jawaban sebagai bagian dari kalimat yang dimaksud.
           
Contoh :
·           Kapan akan dilaksanakan pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017?
·           Siapakah pemenang Indonesian Idol tahun 2012?
·           Apakah perbedaan pertamax dengan premium?

      c. Kalimat perintah : merupakan bentuk susunan kalimat yang menyatakan perintah atau suruhan yang harus dikerjakan oleh orang kedua dan hubungannya erat sekali.

a)      Suruhan
Contoh : Buanglah sampah pada tempatnya.

            b) Permintaan
Contoh : Mohon untuk dating langsung ke kantor Sriwijaya Air untuk melakukan penambahan biaya perubhan jadal penerbangan.

           c) Larangan 
Contoh:           Jangan makan sambil berjalan.

      d. Kalimat ajakan : merupakan bentuk susunan kalimat yang sebenarnya juga merupakan kalimat perintah yang diperluas dan erat hubungannya dengan orang kedua.
     Contoh:
·         Mari kita cegah bahaya penggunaan rokok bagi perokok pasif maupun aktif.
·         Ayo kita laksanakan program kebersihan lingkungan di desa ini.

      e. Kalimat pengandaian
            Contoh : Andaikan saya memiliki banyak uang, saya ingin megajak Ibu saya naik haji.

      f. Kalimat harapan : kalimat yang isinya mengharap suatu hal.
Contoh : Semoga amal perbuatan beliau diterima disisi–Nya.

2. Berdasarkan diathesis kalimat
     a. Kalimat aktif (subyek melakukan perbuatan) : bentuk kalimat yang subyeknya melakukan pekerjaan  yang mengenai langsung terhadap obyeknya.
     b. Kalimat pasif : suatu bentuk kalimat yang mana subyeknya dari klimat tersebut menderita.
3. Berdasarkan urutan kata
     a. Kalimat normal ( subyak mendahului predikat)
     b. Kalimat inverse (prediakayt mendahului obyek)
4. berdasarkan jumlah inti yang menbentuknya
     a. Kalimat minor (hanya mengadung stau inti)
     b. Kalimat mayor (mengandung lebih dari satui inti)
5. Berdasarkan pola-pola dasar
    a. Kalimat inti : kalimat yang terdiri dari inti subyek dak inti predikat.
    b. Kalimat luas (peluasan dari kalimat inti)
    c. Kalimat transformasi (peubahan dari Kalimat inti)
        Ciri-ciri kalimat ini :
       - Hanya terdiri dari dua kata
       - Dua kata ini sekaligus menjadi inti kalimat
          (kata pertama menduduki jabatan predikat)
       - Urutannya adalah subyek mendahului predikat
       - Informasinya adalah intonasi berit yang netral
sumber : organisasi.org

Sabtu, 24 Maret 2012

PENALARAN

  1. Diah Wikanti       
  2. Utami Indriani
  3. M Nurkholis Al barsany
KELAS : 3KA12

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Penalaran Deduktif Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuanbaru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala. Contoh : Sebuah sistem generalisasi. Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi, DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi, Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi. Deduksi ialah proses pemikiran yang berpijak pada pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus. Bentuk standar dari penalaran deduktif adalah silogisme, yaitu proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi) Bentuk silogisme · Silogisme kategoris: terdiri dari proposisi-proposisi kategoris. · Silogisme hipotesis: salah satu proposisinya berupa proposisi hipotesis. Misalnya: Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah Premis 2 : Sekarang hujan Konklusi : Maka jalanan basah. Bandingkan dengan jalan pikiran berikut: Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah Premis 2 : Sekarang jalanan basah Konklusi : Maka hujan. Silogisme Standar Silogisme kategoris standar = proses logis yang terdiri dari tiga proposisi kategoris. Proposisi 1 dan 2 adalah premis Proposisi 3 adalah konklusi Contoh: “Semua pahlawan adalah orang berjasa Kartini adalah pahlawan Jadi: Kartini adalah orang berjasa”. Kesimpulan hanya dicapai dengan bantuan proposisi dua Jumlah term-nya ada tiga, yakni: pahlawan, orang berjasa dan Kartini. Masing-masing term digunakan dua kali. Sebagai S, “Kartini” digunakan 2 kali (sekali di premis dan sekali di konklusi) Sebagai P, “orang berjasa” digunakan 2 kali (sekali di premis dan sekali di konklusi) Term “pahlawan”, terdapat 2 kali di premis, tapi tidak terdapat di konklusi. Term ini disebut term tengah (M, singkatan dari terminus medius). Dengan bantuan term tengah inilah konklusi ditemukan (sedangkan term tengah sendiri hilang dalam konklusi). Term predikat dalam kesimpulan disebut term mayor, maka premis yang mengandung term mayordisebut premis mayor (proposisi universal), yang diletakkan sebagai premis pertama. Term subyek dalam kesimpulan disebut term minor, maka premis yang mengandung term minor disebut premis minor (proposisi partikular), yang diletakkan sebagai premis kedua. Term mayor akan menjadi term predikat dalam kesimpulan; sedangkan term minor akan menjaditerm subyek dalam kesimpulan Dengan demikian, kesimpulan dalam sebuah silogisme adalah atau “S = P” atau “S ¹ P”. Kesimpulan itu merupakan hasil perbandingan premis mayor(yang mengandung P) dengan premis minor (yang mengandung S) dengan perantaraan term menengah (M). Karena M = P; sedang S = M; maka S = P Premis mayor M = P M = term antara Premis minor S = M P = term mayor Kesimpulan S = P S = term minor Hukum-hukum Silogisme a. Prinsip-prinsip Silogisme kategoris mengenai term: 
  1. Jumlah term tidak boleh kurang atau lebih dari tiga 
  2. Term menengah tidak boleh terdapat dalam kesimpulan 
  3. Term subyek dan term predikat dalam kesimpulan tidak boleh lebih luas daripada dalam premis. 
  4. Luas term menengah sekurang-kurangnya satu kali universal. 


b. Prinsip-prinsip silogisme kategoris mengenai proposisi. 
  1. Jika kedua premis afirmatif, maka kesimpulan harus afirmatif juga. 
  2. Kedua premis tidak boleh sama-sama negatif. 
  3. Jika salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga (mengikuti proposisi yang paling lemah) 
  4. Salah satu premis harus universal, tidak boleh keduanya pertikular. Bentuk Silogisme Menyimpang dalam praktek penalaran tidak semua silogisme menggunakan bentuk standar, bahkan lebih banyak menggunakan bentuk yang menyimpang. 

Bentuk penyimpangan ini ada bermacam-macam. Dalam logika, bentuk-bentuk menyimpang itu harus dikembalikan dalam bentuk standar. Contoh: “Mereka yang akan dipecat semuanya adalah orang yang bekerja tidak disiplin. Kamu kan bekerja penuh disiplin. Tak usah takut akan dipecat”. Bentuk standar: “Semua orang yang bekerja disiplin bukanlah orang yang akan dipecat. Kamu adalah orang yang bekerja disiplin. Kamu bukanlah orang yang akan dipecat”.

Minggu, 29 Mei 2011

Jadwal Ujian Akhir Semester 2KA12

screen shoot jadwal UAS 2KA12
Udah lama nih ga posing di blog.. jadi penging posting, hmm untuk kali ini mungkin saya mau share aja tentang jadwal UAS 2KA12 Universitas Gundarma sebagai beriku, semoga UAS kali ini saya dan temen2 semua mendapatkan hasil yang memuaskan..amieen.. keep us spririt.. n GOOD LUCK my Friend :-)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More